Diare Berat Tidak Cukup Hanya Diobati dengan Oralit, Kenapa?

Selamat datang Waterheaterstpete di Situs Kami!

Waterheaterstpete – Saat diare terjadi, cairan oralit seringkali menjadi pengobatan utama penyakit tersebut. Namun jika diarenya cukup parah, ternyata mengonsumsi oralit justru kurang efektif. Diare Berat Tidak Cukup Hanya Diobati dengan Oralit, Kenapa?

Dokter spesialis penyakit dalam Prof Dr Zubairi Djurban, Sp.PD., menjelaskan diare akut terjadi bila frekuensi buang air besar lebih dari sepuluh kali sehari. Biar Nggak Tumbang, Simak Nih Tips Jaga Kesehatan Bagi Anggota KPPS saat Pemilu 2024

“Kalau ke toilet lebih dari 10 kali sehari dan ingin buang air besar lagi, itu diare parah yang menyebabkan keluarnya cairan banyak. Jadi kalau pakai oralit, cairannya tidak bisa dibuat, sudah keluar, jelas Profesor Zubairi, dikutip dari suratnya di akun Twitter pribadinya, Selasa (18 Oktober 2022).

Ia menyarankan, untuk diare berat sebaiknya diberikan kombinasi dua obat. Obat untuk mengatasi dehidrasi, misalnya cairan oralit atau yang lainnya. Obat lain untuk mengatasi penyebab diare. Ilustrasi diare. (Pixabay)

Jika terjadi diare parah, Prof Zubairi mengatakan kemungkinan penyebabnya adalah infeksi bakteri.

“Menurut saya, antibiotik adalah obat yang lebih tepat. Apakah itu ciprofloxacin atau yang lainnya terserah Anda,” sarannya.

Jika Anda khawatir obat ciprofloxacin menyebabkan kambuhnya maag, disarankan untuk mengombinasikannya dengan obat anti maag yang biasa Anda konsumsi. Bisa jadi omeprazole atau pantoprazole atau sejenisnya.

Alternatifnya, bisa juga dikombinasikan dengan sukralfat atau obat cair seperti sukralfat. Diare Berat Tidak Cukup Hanya Diobati dengan Oralit, Kenapa?

“Namun, diare dalam jumlah yang sangat besar terkadang menyebabkan masalah pada ginjal. Dalam hal ini, penggunaan sukralfat atau Impepsa dianjurkan. Sebaiknya hindari Mylanta atau Polysilano,” saran sang profesor. Zubair.