Ecopreneur di Bali Dapat Perhatian dari Menparekraf Sandiaga Uno

Selamat datang Waterheaterstpete di Situs Kami!

BALI – Proyek Live Chat with Mass Minister (NGANTRI) 2.0 merupakan diskusi antara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menpargraph) Sandiaga Uno dengan Key Opinion Leader (KOL) untuk membahas Paregraph Indonesia. Ecopreneur di Bali Dapat Perhatian dari Menparekraf Sandiaga Uno

Sementara itu, Misa berbincang dengan Menteri Angeeta Buderputer atau Geeta Pepita sapaan akrabnya, penyiar radio dan Niluh Djelandic. Acara tersebut berlangsung secara live di salah satu destinasi wisata di Indonesia.

Sandiaga berada di Ubud-Bali untuk berbincang tentang Bali Ecopreneur, sebuah komitmen menyelamatkan pariwisata di Bali dengan memperjuangkan nilai-nilai lokal. Dengan melibatkan UMKM, saya telah bekerja sama dengan berbagai kalangan untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. 8 Instansi yang Buka Lowongan Sekolah Kedinasan Tahun 2024, Simak Daftarnya

“Bali pasti menjadi daya tarik, apalagi bukan hanya Bali, tapi pariwisata dan ekonomi kreatif kita. Mari kita bicara tentang ide-ide yang tidak mencari keuntungan, tapi pengusaha yang tertarik menjaga lingkungan,” kata Sandiaga Uno. Ubud, Bali.

Menteri Sandhyaka mengatakan bahwa dia telah mengambil tanggung jawab kementerian untuk mendukung negara dan pemerintah.

“Benar kita memperjuangkan yang ada di hati kita, terutama cara kita memperjuangkan UMKM di Bali, karena Bali akan diberikan salah satu destinasi terpopuler di tahun 2023,” kata Menteri Sandiaga Uno.

NGANTRI 2.0 juga menampilkan hero lokal yang terkenal tidak hanya di Indonesia namun mendunia, Niluh Tjelandik.

Selain sebagai pengusaha, Mbok Niluh (namanya) juga merupakan seorang pengembang dan pejuang UMKM. Sebagai seorang yang terlahir sebagai patriot, mbok Niluh telah melaksanakan program zero waste selama kurang lebih 21 tahun, dimulai pada tahun 2003.

Mbok Niluh memanfaatkan sisa sepatu untuk membuat aksesoris, tidak menggunakan pewarna atau bahan kimia lainnya pada produknya.

Sementara itu, Lisa Dubes, salah satu pendukung UMKM di Bali sekaligus pendiri Paletas Wei Ice Cream yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, Paletas Wei sangat mendukung kemajuan UMKM dengan menggunakan bahan-bahan pertama dari Indonesia. .

“Paletas Wey berkomitmen untuk menghasilkan produk-produk yang lezat, enak dan menyehatkan karena tidak menggunakan bahan pengawet, pewarna, rendah kalori dan rendah gula. Paletas Wey sangat membantu menjangkau UMKM dan masyarakat kelas lokal,” kata Liza Deubez. Ecopreneur di Bali Dapat Perhatian dari Menparekraf Sandiaga Uno

Selain membuat es krim sehat, Paletas Wei juga mencoba menerapkan program zero waste pada produknya. Pengolahan kulit buah sebagai pupuk, penanaman kembali bibit buah dan pembagian gratis kepada petani lokal atau yang membutuhkan.

“Sebagai pionir es krim buah sehat di Indonesia, Paletas Way memiliki banyak rasa lezat yang disukai banyak konsumen. 15 varian rasa seperti Jeruk Nipis Semangka, Mangga Strawberry dan Durian banyak digemari banyak orang. Paletas Way” Di Indonesia dari Sumatra, Jawa, Bali, Lombok hingga Timika-Papua dijual dimana-mana,” kata Lisa Dubes.

Viral Content Creator Luar Negeri Ajak Wisatawan Peluk Ojol di Bali Video Bule, Wisatawan ke Bali Peluk Pengendara Sepeda Motor (Ojol) jadi trending online sejak Minggu 4 Februari 2024 Waterheaterstpete 8 Februari 2024